Kamis, 07 April 2016

skripsi

Edit Posted by with No comments
BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
Dalam beberapa tahun kebelakang, hasil nilai ujian semester kelas VIII di Sekolah (SMP Negeri 2 Lingsar) rendah dan kurang dari Standar Ketuntasan Belajar Minimum (SKBM) sebesar 60. Untuk itu peneliti ingin mengetahui sebab-sebab rendahnya hasil nilai ulangan harian siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Lingsar.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru bidang studi Matematika Ratna Muliyati, S.Pd., penyebab hasil belajar Matematika di SMP Negeri 2 Lingsar yang rendah adalah pembelajaran matematika berlangsung satu arah dan penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat.  Akibatnya, Matematika dianggap siswa sebagai pelajaran yang kurang menarik dan sulit untuk dimengerti. Penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat menyebabkan siswa sulit untuk memahami materi. Oleh sebab itu berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan khususnya meningkatkan hasil belajar matematika sudah diusahakan. Salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran Berbasis masalah dan pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Teams Achievment Divisions).
Text Box: 1Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan PBL ini, dapat diketahui bahwa kemampuan siswa mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan kemampuan awal sebelum menerapkan kedua metode tersebut. Hal ini dapat dibuktikan dari dokumentasi daftar nilai hasil belajar dan dari hasil wawancara dengan guru Mata Pelajaran.
Tabel 1.1. Daftar nilai matematika sebelum dan sesudah menggunakan metode PBL dan Kooperatif tipe STAD SMP Negeri 2 Lingsar.
Uraian
Rata-Rata Nilai Matematika

Sebelum
Sesudah
Kelas VIII
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
PBL
28
35
33
59
30
40
48
51
63
53
Kooperatif tipe STAD
51
52
52
71
60
Keterangan
Mengalami Peningkatan

Berdasarkan tabel di atas diperoleh bahwa rata-rata nilai matematika kelas VIII mengalami peningkatan menjadi lebih baik, setelah menerapkan metode PBL dan STAD. Sebelum menerapkan kedua metode tersebut, siswa hanya sekedar mengetahui konsep tanpa memahaminya secara mendalam dan kurang aktif selama proses pembelajaran. Akibatnya informasi yang diterima siswa tidak maksimal dan hasil belajar matematika menjadi rendah. Hal ini ditunjukkan dengan rata-rata hasil evaluasi mata pelajaran matematika menunjukkan nilai dibawah 60 yaitu dibawah standar kurikulum penilaian SMP Negeri 2 Lingsar. Tetapi setelah menerapkan metode PBL dan STAD mengalami perubahan.
Menurut guru Mata Pelajaran, hal ini dapat terjadi karena adanya perbedaan dalam langkah-langkah pembelajaran dalam berbagai metode termasuk dua metode tersbut. PBL dan STAD, sama-sama merupakan model pembelajaran yang inovatif, kreatif dan mempunyai banyak kesamaan, bila dibandingkan dengan model konvensional lainnya kedua metode tersebut mempunyai banyak kelebihan dan keunggulan, hal ini dirasakan ketika melihat nilai matematika mengalami peningkatan setelah menggunakan kedua metode tersebut.
Berangkat dari paparan di atas, maka penulis merasa tertarik untuk melakukan penelitian tentang, ”Perbandingan Pembelajaran Berbasis Masalah dan Kooperatif Tipe STAD Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Aljabar  Pada Siswa Kelas VIII Semester Ganjil SMP Negeri 2 Lingsar Tahun Pelajaran 2013/2014”.
B.        Rumusan  Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Apakah terdapat perbedaan metode Pembelajaran Berbasis Masalah dan metode kooperatif tipe STAD dalam meningkatkan hasil belajar Matematika materi aljabar kelas VIII semester 1 di SMP Negeri 2 Lingsar.
C.       Tujuan Penelitian
Bertolak dari permasalahan yang penulis rumuskan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk membuktikan adanya perbedaan metode Pembelajaran Berbasis Masalah dan Metode Kooperatif tipe STAD jika dibuktikan dari hasil belajar matematika materi Aljabar di kelas VIII Semester Ganjil SMP Negeri 2 Lingsar.



D.       Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Bagi Siswa
a.       Memberikan suasana baru dalam pembelajaran sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar.
b.      Meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran matematika sehingga iklim kelas menjadi kondusif.
2.      Bagi Guru
a.       Memberikan sumbangan pemikiran bagi guru dalam pemilihan model pembelajaran dalam mengajar matematika.
b.      Memberikan masukan kepada guru agar lebih memperhatikan masalah-masalah yang terkait dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan mutu proses belajar mengajar.
3.      Bagi Sekolah
a.       Meningkatkan kualitas pembelajaran matematika sebagai upaya pemenuhan standar proses pada delapan Standar Nasional Pendidikan sesuai dengan PP No. 19 Tahun 2005 .
b.      Feed Back bagi sekolah dalam upaya pengembangan kualitas pembelajaran disekolah.
4.      Bagi Peneliti dan Pembaca
a.       Dapat memberikan pengetahuan dan gambaran yang lebih jelas tentang model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Acievement Division dan Pemelajaran Berbasis Masalah dalam pembelajaran matematika.
b.      Memberikan gambaran tentang perbandingan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Acjievement Division dan Pembelajaran Berbasis Masalah  dalam pembelajaran matematika.
E.        Lingkup Penelitian
Untuk  menghindari kesalah pahaman maka perlu dibatasi lingkup penelitian sebagai berikut :
1.      Lingkup Objek
Objek dalam penelitian ini adalah hanya terbatas pada penerapan model pembelajaran kooperatif tipe student teams acjievement division dan Pembelajaran Berbasis Masalah dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 2 Lingsar tahun pelajaran 2013/2014.
2.      Lingkup Subjek
Subjek penelitian adalah sesuatu yang menjadi kajian pokok penelitian. Maka yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa  kelas VIII semester 1 SMPN 2 Lingsar.
3.      Variabel penelitian
Adapun permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini adalah terdiri dari dua variable, yakni :
a.      Variable bebas  :  model pembelajaran kooperatif tipe student teams acjievement division dan Pembelajaran Berbasis Masalah
b.      Variable terikat  :  Hasil belajar.
F.        Definisi Operasional
Penegasan istilah dalam judul penelitian ini bertujuan agar tidak terjadi salah penafsiran dalam menginterpretasikan istilah-istilah yang terdapat dalam judul skripsi, maka perlu diberikan definisi operasional sebagai berikut:
1.      Perbandingan
Perbandingan merupakan membandingkan dua nilai atau lebih dari suatu besaran yang sejenis dan dinyatakan dengan cara yang sederhana. Dalam penelitian ini, yang dimaksud dengan perbandingan adalah membandingkan dua metode belajar dalam meningkatkan hasil belajar.
2.      Hasil  Belajar Matematika
Hasil belajar matematika adalah hasil yang dicapai siswa dalam usaha belajarnya. Dalam penelitian ini, yang dimaksud hasil belajar adalah hasil yang didapatkan siswa pada postes yang dilakukan setelah siswa mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe student teams acjievement division dan Pembelajaran Berbasis Masalah di SMPN 2 Lingsar tahun pelajaran 2013/2014.
3.      Model Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning)
Pembelajaran Berbasis Masalah adalah suatu pendekatan pengajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk belajar tentang cara berfikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensial dari materi pelajaran”.
4.      Model Pembelajaran Kooperatif  Tipe Student Teams Acjievement Division
Model pembelajaran kooperatif tipe student teams acjievement division adalah suatu metode pembelajaran yang menerapkan sistem pembelajaran kelompok dengan tujuan agar siswa dapat saling bekerjasama, bertanggung jawab, saling membantu memecahkan masalah dan saling mendorong untuk berprestasi.
5.       Materi
Dalam penelitian ini, hasil belajar yang dimaksud hanya dibatasi pada kemampuan kognitif belajar pada aspek afektif untuk mata pelajaran matematika materi pokok Aljabar (Sistem Persamaan Linear Dua Variabel) SMP kelas VIII.










/* kiki share */

0 komentar:

Posting Komentar