Jumat, 25 Maret 2016

Masa kecil yang tidak bisa terlupakan

Edit Posted by with No comments


Masa kecil yang tidak bisa terlupakan
Aku dan Tradisi
Namaku Kiki umurku 25 tahun, dulu aku sekolah di SDN 1 Selat kecamatan Narmada Lombok Barat NTB, kalian tahu kan daerah tempat tinggalku ini? Ya benar, daerahku ini berada dibagian tengah wilayah Indonesia yang masih kental dengan tradisi nyongkolan adat sasak. Dan kami disini masih memainkan permainan tradisional. Disekolah selain para teman-teman cowok  bermain sepak bola dilapangan sekolah, pada saat jam istirahat kami sering bermain congklak, bermain ular tangga, bermain wayang, apalagi sepulang sekolah banyak sekali permainan yang bisa dimainkan.
Masa anak-anak merupakan masa yang sangat berkesan yang bisa aku kenang nanti waktu aku dewasa dan tidak bisa terulang lagi tapi bisa diwariskan pada anak-anak cucu. Sepulang sekolah langsung mencari teman-teman bermain walaupun aku anak cewek, aku juga terkadang pergi ke sawah disana aku bertemu dengan teman cowok yang sedang bermain layang-layang disawah pemandangannya sangat menakjubkan, masih hijau, disepanjang pandangan penuh dengan petakan-petakan  sawah yang ditanam dengan padi yang sudah menguning yang menandakan padi akan segera dipanen. Aku dan teman-teman terus menyusuri jalan-jalan setapak menyusuri jalan sampai akirnya kami sampai di kali yang biasanya tempat masyarakat berteduh dan membershikan diri sehabis lelah dan penatnya menggarap sawah. Kami pun anak-anak tidak mau ketinggalan ikut berteduh di sana dan terkadang mandi bermain air, setiap hari begitulah suasana sawah sampai sore menjelang barulah kami pulang. Sepulangnya kami dari sawah tidak langsung kami beristirahat tapi kami harus pergi mengaji.
Selain bermain di sawah aku juga terkadang bermain dirumah, menonton TV bareng biasanya tontonan yang paling popular pada masa kecil doraemon, go go power ranjers, ultramen, dan banyak lagi. Tapi yang paling asyik mainnya itu waktu bareng temen-temen main bekel diteras rumah, main lompat-lompatan pakai karet, main petak umpet, main kejar-kejaran semuanya selalu aku lalui penuh kebahagiaan, keceriaan. Sampai makan bareng namanya kami sebut disini “berayan”. Kami bawa nasi dari rumah yang sebelumnya sudah janjian makan bareng, temen-temen lain makan bersama, itulah kebiasaan kita yang dinamakan “berayan”.
Kalau ada yang “merarik” bahasa kami disini nikah tradisinya disini si cewek di “paling” alias dibawa kabur si cowok kerumah keluarga cowok tanpa minta izin ke orang tua si cewek. Waktu sore-sore biasanya ada “nyongkolan” aku nonon rame-rame sama temen-temen dan masyarakat bersama menyaksikan datangnya pengantin yang dibawa keliling sepanjang jalan sampai datang di rumah si mempelai perempuan dengan di iring “gambelan” atau “kecimol” ramai deh pokoknya. Sampai aku sebesar ini juga masih juga sering ikut nyongkol.
Selain nyongkolan ada istilah lain yaitu “begawe” yang biasa dilaksankan karena perayaan nyunatan anak, atau perayaan nikah. Kalau ada yang meninggal juga ada namanya nelung, nyiwak, nyatus dan seterusnya. Nelung artinya hari ke tiga, nyiwak artinya hari ke Sembilan dan nyatus artinya hari ke seratus dan seterusnya ada juga hari ke seribu. Terus dibacakan zikir doa kepada almarhum yang sudah meninggal.
Waktu kecil suka main congklak, permainan ini sangat mudah dimainkan. Permainan ini bias dimainkan oleh dua orang atau lebih dan bisa juga dengan berkelompok. Misalnya temen-temen ada 4 orang bisalah dibagi jadi dua kelompok. Kita Cuma membutukan kayu atau ranting yang satu panjangnya kurang lebi setengah meter dan tongkat yang lebih kecil dari tongkat yang panjang. Cara mainnya buatlah lubang memnjang ditanah, pakai lapangan yang cukup luas, biasanya dulu dihalaman rumah. Gampang-gampang sulit sih mainnya kalau waktu dulu pas masih kecil cukup sulit bagi aku, apalagi tongknya itu sulit mantul pas kita pukul, pas naiknya itu harus repleks sama tongkat kecilnya pas kenak, bisa jauh kenanya dan tidak tertangkap lawan, banyak poin yang bisa kita dapet. Banyak keseruan deh yang dapat tercipta dan tentunya senangnya masa kecilku. Main bekel juga sangat sering, dan gampang juga main dengan beberapa temen ceweklah. Biasanya pakai kerikil kecil sepulu buah dan bisa pakai bola karet atau pakai kelereng lalu main.
Waktu lebaran seminggu setelahnya ada namanya lebaran ketupat, pas hari itu dibuatlah ketupat dan pergi pelesiran bawa ketupat dan masakan lainnya ke pantai, ramai deh. Pas hari lebaran biasanya selesai solat ID itu kita pergi berkunjung ke rumah nenek disana ketemu sama semua keluarga salam-salaman dan pergi juga ke kubur almarhum kakek.
Dulu waktu kecil sering diceritain sama ayah kisah-kisah nabi dan orang-orang soleh kadang diceritain kisah rakyat sasak seperti putri anjani.

/* kiki share */

0 komentar:

Posting Komentar